Oleh: Dian
Lestari, Publish on: 1 April 2014 00:00 wib
Indonesia adalah Negara yang dikaruniai dengan
kekayaan alam yang indah dan melimpah. Pesona yang menakjubkan menjadikan
Indonesia sebagai Negara dengan ukiran keindahan yang tak terlupakan. Indonesia
tampil dengan keistimewaannya yang terletak di garis khatulistiwa. Kondisi
geografis yang bagus, berupa dataran rendah dan tinggi, iklim yang bersifat tropis,
curah hujan yang merata di setiap wilayah, dan sinar matahari yang terus
menyinari sepanjang tahun merupakan anugerah yang tak ternilai harganya.
Selain itu, Indonesia memiliki daratan yang terhampar
luas. Daratan ini memiliki tanah yang subur, gembur, dan cukup tebal. Data dari
kajian akademis yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan
dan Air, Kementerian Pertanian pada tahun 2006 memperlihatkan bahwa total luas
daratan Indonesia adalah sebesar 192 juta hektar.
Indonesia juga memiliki keindahan yang menawan dengan
desiran ombak di sepanjang pesisir pantai. Samudra yang luas membentang dan
berisi keindahan di bawahnya. Birunya lautan berbanding lurus dengan
keanekaragaman biota-biota laut yang menghiasi megahnya laut Indonesia. Gunung-gunung
berbaris dari ujung barat hingga ujung timur dengan indah. Ribuan pulau-pulau
berjajajar membentuk gugusan pulau untuk menghadirkan pesona Indonesia yang
memanjakan mata setiap insan yang melihatnya.
Oleh sebab itu, Indonesia merupakan negara kepulauan
terbesar di dunia dan dijuluki Amazon of the Sea (M. Zulficar
Mochtar, Pengamat Kelautan dan Koordinator Destructive Fishing Watch).
Total luas laut Indonesia adalah 3.544 juta km² (Perikanan dan kelautan dalam
tahun 2010). Indonesia juga memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia
setelah Kanada dengan panjang 104 ribu km (Bakokorsunal, 2006). Selain garis
pantai yang panjang, Indonesia memiliki jumlah pulau terbanyak, yaitu 17.504
pulau yang tersebar dari sabang sampai merauke (kemendagri, 2008). Menariknya,
Indonesia termasuk dalam CTI (Coral Triangle Initiative) atau segitiga
batu karang dunia yang merupakan pusat keanekaragaman kehidupan laut sehingga
kaya akan keragaman flora dan fauna yang mengagumkan. Di perairan Indonesia
terdapat 25% spesies ikan dan terumbu karang (Coral Reef) terkaya
di dunia (18% dari total dunia).
Hal ini menunjukkan besarnya potensi-potensi Indonesia
dalam pemanfaatan sumber daya alam di bidang pangan, seperti pertanian,
peternakan, dan budidaya laut (perikanan). Ketiga sektor ini dijadikan sebagai
pusat kejayaan yang mampu memberikan sumber hidup dan penghidupan masyarakatnya
dengan kekayaan yang menjanjikan. Akan tetapi, Indonesia belum mampu
mengembangkan potensi-potensi tersebut secara optimal karena masih banyaknya
permasalahan-permasalahan yang dihadapi.
Masalah yang paling utama adalah para petani,
peternak, dan nelayan belum memiliki pengetahuan dalam pengelolaan sumber daya
alam yang dimiliki. Mereka masih menggunakan metode sederhana sehingga
produktivitas yang dihasilkan belum maksimal. Rendahnya kualitas sumber daya
manusia dalam penggunaan teknologi menjadi salah satu indikator yang perlu
diperhatikan. Jika Indonesia masih terus menggunakan sistem tradisional, maka
laju perekonomian akan terus berada pada posisi stagnan bahkan bisa mengalami
kemunduran yang signifikan.
Masalah lain yang juga berpengaruh adalah sulitnya
mendapatkan modal usaha karena belum berjalannya manajemen keuangan yang
mengatur ketiga sektor tersebut. Harga jual produk yang tidak menentu, membuat
penghasilan para petani, peternak, dan nelayan di bawah standar minimal. Lahan
pertanian dan peternakan yang beralih fungsi juga menyebabkan penurunan luas
lahan pertanian dan area hijau untuk makanan ternak. Selain itu, terbatasnya
kesediaan pupuk dan benih unggul untuk pertanian, kandang untuk ternak, dan
perahu untuk nelayan juga menjadi masalah yang perlu diatasi.
Permasalahan-permasalahan di atas perlu ditanggapi
secara serius. Indonesia memiliki potensi pasar produk pertanian, peternakan, dan
budidaya laut (perikanan) yang sangat menjanjikan. Ketiga sektor ini mempunyai
kontribusi yang besar terhadap peningkatan devisa, yaitu lewat peningkatan
ekspor. Seharusnya potensi pasar ini merupakan peluang bagi peningkatan
produksi pangan nasional. Oleh sebab itu, ketiga sektor ini harus dikuasai oleh
pemerintah.
Agar tidak terjadi penurunan alih fungsi lahan,
pemerintah membeli seluruh lahan pertanian dan peternakan milik masyarakat.
Dengan lahan yang sudah dikuasai pemerintah, para petani, peternak, dan nelayan
diangkat sebagai pegawai negeri untuk peningkatan kesejahteraan sehingga mereka
tidak lagi tergolong sebagai pekerja musiman. Hal ini mengingat masih rendah
dan tidak menentunya penghasilan mereka. Untuk menunjang pengetahuan tentang
pengelolaan lahan pertanian, perkembangbiakan hewan ternak, dan penangkapan
budidaya laut (perikanan), mereka akan diberi pelatihan dan penyuluhan dari
mahasiswa berprestasi yang sudah di kirim ke luar negeri untuk penguasaan
teknologi. Mahasiswa tersebut juga akan diangkat sebagai pegawai pemerintahan.
Pemerintah juga perlu mendirikan laboratorium di
setiap sektor yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang penguji kelayakan hasil
pertanian, peternakan, dan budidaya laut (perikanan). Selain itu, pemerintah
perlu mendirikan pabrik pupuk, kandang ternak dan kapal modern untuk menopang
kebutuhan para petani, peternak, dan nelayan. Sebagai pengatur permodalan,
keuntungan, dan lainnya perlu didirikannya lembaga keuangan untuk masing-masing
sektor agar terjadi stabilitas dalam manajemen keuangan. Dengan solusi ini,
diharapkan daya saing Indonesia bisa maju dan unggul sesuai dengan potensi
kekayaan alam yang dimilikinya. Maju tidaknya Indonesia tergantung dari ketiga
sektor perekonomian nasional tersebut.
Nama
: Dita Apriliani
NIM
: D24130019
Alamat
artikel :
http://writing-contest.bisnis.com/artikel/read/20140401/378/216493/pengangkatan-pegawai-negeri-untuk-para-petani-peternak-dan-nelayan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar