Sabtu, 21 Juni 2014

Pengangkatan Pegawai Negeri untuk Para Petani, Peternak dan Nelayan



Oleh: Dian Lestari, Publish on: 1 April 2014 00:00 wib
Indonesia adalah Negara yang dikaruniai dengan kekayaan alam yang indah dan melimpah. Pesona yang menakjubkan menjadikan Indonesia sebagai Negara dengan ukiran keindahan yang tak terlupakan. Indonesia tampil dengan keistimewaannya yang terletak di garis khatulistiwa. Kondisi geografis yang bagus, berupa dataran rendah dan tinggi, iklim yang bersifat tropis, curah hujan yang merata di setiap wilayah, dan sinar matahari yang terus menyinari sepanjang tahun merupakan anugerah yang tak ternilai harganya.
Selain itu, Indonesia memiliki daratan yang terhampar luas. Daratan ini memiliki tanah yang subur, gembur, dan cukup tebal. Data dari kajian akademis yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Kementerian Pertanian pada tahun 2006 memperlihatkan bahwa total luas daratan Indonesia adalah sebesar 192 juta hektar.
Indonesia juga memiliki keindahan yang menawan dengan desiran ombak di sepanjang pesisir pantai. Samudra yang luas membentang dan berisi keindahan di bawahnya. Birunya lautan berbanding lurus dengan keanekaragaman biota-biota laut yang menghiasi megahnya laut Indonesia. Gunung-gunung berbaris dari ujung barat hingga ujung timur dengan indah. Ribuan pulau-pulau berjajajar membentuk gugusan pulau untuk menghadirkan pesona Indonesia yang memanjakan mata setiap insan yang melihatnya.
Oleh sebab itu, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan dijuluki Amazon of the Sea (M. Zulficar Mochtar, Pengamat Kelautan dan Koordinator Destructive Fishing Watch). Total luas laut Indonesia adalah 3.544 juta km² (Perikanan dan kelautan dalam tahun 2010). Indonesia juga memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada dengan panjang 104 ribu km (Bakokorsunal, 2006). Selain garis pantai yang panjang, Indonesia memiliki jumlah pulau terbanyak, yaitu 17.504 pulau yang tersebar dari sabang sampai merauke (kemendagri, 2008). Menariknya, Indonesia termasuk dalam CTI (Coral Triangle Initiative) atau segitiga batu karang dunia yang merupakan pusat keanekaragaman kehidupan laut sehingga kaya akan keragaman flora dan fauna yang mengagumkan. Di perairan Indonesia terdapat  25% spesies ikan dan terumbu karang (Coral Reef) terkaya di dunia (18% dari total dunia).
Hal ini menunjukkan besarnya potensi-potensi Indonesia dalam pemanfaatan sumber daya alam di bidang pangan, seperti pertanian, peternakan, dan budidaya laut (perikanan). Ketiga sektor ini dijadikan sebagai pusat kejayaan yang mampu memberikan sumber hidup dan penghidupan masyarakatnya dengan kekayaan yang menjanjikan. Akan tetapi, Indonesia belum mampu mengembangkan potensi-potensi tersebut secara optimal karena masih banyaknya permasalahan-permasalahan yang dihadapi.
Masalah yang paling utama adalah para petani, peternak, dan nelayan belum memiliki pengetahuan dalam pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki. Mereka masih menggunakan metode sederhana sehingga produktivitas yang dihasilkan belum maksimal. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam penggunaan teknologi menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan. Jika Indonesia masih terus menggunakan sistem tradisional, maka laju perekonomian akan terus berada pada posisi stagnan bahkan bisa mengalami kemunduran yang signifikan.
Masalah lain yang juga berpengaruh adalah sulitnya mendapatkan modal usaha karena belum berjalannya manajemen keuangan yang mengatur ketiga sektor tersebut. Harga jual produk yang tidak menentu, membuat penghasilan para petani, peternak, dan nelayan di bawah standar minimal. Lahan pertanian dan peternakan yang beralih fungsi juga menyebabkan penurunan luas lahan pertanian dan area hijau untuk makanan ternak. Selain itu, terbatasnya kesediaan pupuk dan benih unggul untuk pertanian, kandang untuk ternak, dan perahu untuk nelayan juga menjadi masalah yang perlu diatasi.
Permasalahan-permasalahan di atas perlu ditanggapi secara serius. Indonesia memiliki potensi pasar produk pertanian, peternakan, dan budidaya laut (perikanan) yang sangat menjanjikan. Ketiga sektor ini mempunyai kontribusi yang besar terhadap peningkatan devisa, yaitu lewat peningkatan ekspor. Seharusnya potensi pasar ini merupakan peluang bagi peningkatan produksi pangan nasional. Oleh sebab itu, ketiga sektor ini harus dikuasai oleh pemerintah.
Agar tidak terjadi penurunan alih fungsi lahan, pemerintah membeli seluruh lahan pertanian dan peternakan milik masyarakat. Dengan lahan yang sudah dikuasai pemerintah, para petani, peternak, dan nelayan diangkat sebagai pegawai negeri untuk peningkatan kesejahteraan sehingga mereka tidak lagi tergolong sebagai pekerja musiman. Hal ini mengingat masih rendah dan tidak menentunya penghasilan mereka. Untuk menunjang pengetahuan tentang pengelolaan lahan pertanian, perkembangbiakan hewan ternak, dan penangkapan budidaya laut (perikanan), mereka akan diberi pelatihan dan penyuluhan dari mahasiswa berprestasi yang sudah di kirim ke luar negeri untuk penguasaan teknologi. Mahasiswa tersebut juga akan diangkat sebagai pegawai pemerintahan.
Pemerintah juga perlu mendirikan laboratorium di setiap sektor yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang penguji kelayakan hasil pertanian, peternakan, dan budidaya laut (perikanan). Selain itu, pemerintah perlu mendirikan pabrik pupuk, kandang ternak dan kapal modern untuk menopang kebutuhan para petani, peternak, dan nelayan. Sebagai pengatur permodalan, keuntungan, dan lainnya perlu didirikannya lembaga keuangan untuk masing-masing sektor agar terjadi stabilitas dalam manajemen keuangan. Dengan solusi ini, diharapkan daya saing Indonesia bisa maju dan unggul sesuai dengan potensi kekayaan alam yang dimilikinya. Maju tidaknya Indonesia tergantung dari ketiga sektor perekonomian nasional tersebut.
Nama : Dita Apriliani
NIM : D24130019
Alamat artikel : http://writing-contest.bisnis.com/artikel/read/20140401/378/216493/pengangkatan-pegawai-negeri-untuk-para-petani-peternak-dan-nelayan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar